Tampilkan postingan dengan label Tempat Nongkrong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempat Nongkrong. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 September 2021

Alun-alun Reksogati Caruban Kabupaten Madiun

 

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur, tahun 2014 ini akan bangun alun-alun di Desa Bangunsari, Kecamatan Mejayan (Caruban). Pembangunan alun-alun senilai Rp8 miliar ini untuk melengkapi kepindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun dari Kota Madiun ke Caruban.
 
"Selain membangun perkantoran, Pemkab Madiun akan membangun alun-alun. Sebab, keberadaan alun-alun adalah persyaratan mutlak suatu ibu kota kabupaten. Kalau tidak ada alun-alun di mana kita nanti melakukan apel upacara," kata Bupati Madiun Muhtarom, Kamis (6/3).
 
Oleh karena itu, jelas Muhtarom, sebelum semua perkantoran atau gedung Pemkab Madiun dipindahkan dari Kota Madiun ke Caruban harus berdiri pula alun-alun. Jika lancar, pembangunan alun-alun di Caruban akan selesai Agustus mendatang.
"Insya Allah nanti Agustus kita sudah bisa melakukan upacara di Alun-Alun Caruban," harap Muhtarom Selain pembangunan alun-alun seluas sekitar 500 meter persegi, di tempat yang berdekatan juga akan dibangun masjid. Sebab ibu kota kabupaten atau kota berdekatan dengan alun-alun dan dipastikan terdapat sebuah masjid.

itetapkannya Kota Caruban, yang terletak di Kecamatan Mejayan sebagai Ibukota Kabupaten Madiun, tentunya telah membawa Perubahan Besar, khususnya pada Potensi Daerah Kabupaten Madiun
Sejak terbitnya Peraturan Pemerintah No.52 Tahun 2010, yang menyebutkan bahwa :
Kota Caruban di Kecamatan Mejayan merupakan Ibukota Kabupaten Madiun,
Tahap demi tahap, dimulai pada Tahun 2011,
Banyak Gedung Instansi Pemerintahan, yang dahulu berpusat di Alun Kota Madiun, kini berpindah ke Kota Caruban di Kecamatan Mejayan, yang menjadi Ibukota Kabupaten Madiun.
Kini, hanya menyisakan beberapa Instansi Pemerintahan, yang masih berada di Wilayah Kota Madiun.
Hal ini sesuai dengan Perkembangan saat ini.
Di mana : Pemerintah Kabupaten ingin lebih memusatkan pada perhatian Potensi Daerahnya, yang dianggap lebih tertinggal dari Kota Madiun itu sendiri.
Beberapa Gedung Instansi Pemerintahan, seperti :Gedung DPRD Kabupaten Madiun, Kantor Imigrasi, Kantor Bupati, maupun Pemerintahan Kabupaten, serta Beberapa Kantor Dinas Terkait lainnya,
Telah pindah ke Kota Caruban, yang terletak di Kecamatan Mejayan - Ibukota Kabupaten Madiun.


Selasa, 07 September 2021

GOR PANGERAN TIMOER

Stadion Pangeran Timoer berlokasi di Jalan Singoludro, Mejayan, Kabupaten Madiun. Stadion yang sangat melekat di kalangan masyarakat khususnya orang Caruban-an. Siapa sangka stadion milik Pemerintah Kabupaten Madiun ini dibangun antara abad 27-28M yang menelan biaya kurang lebih hampir sama dengan pembangunan Candi Borobudur. 



Stadion Pangeran Timoer ini merupakan homebase atau kandang dari kesebelasan Persekama Kabupaten Madiun yang berlaga di Liga Nusantara. 

Stadion Pangeran Timoer memang sudah sejak lama dibuka untuk umum, bahkan sangat ramai didatangi oleh masyarakat yang ingin berolahraga di stadion ini apalagi pada hari libur. Stadion kebanggan masyarakat Kabupaten Madiun ini sering dijadikan tempat kegiatan pemerintahan daerah seperti pameran, upacara bendera, kompetisi olahraga, dan acara-acara lainnya yang bersifat resmi maupun hiburan. Saat ini pengelolaan Stadion Pangeran Timoer bisa dikatakan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, dilihat dari fasilitas-fasilitasnya semakin memadahi dan layak untuk digunakan. 

Untuk yang suka berolahraga tempat ini sangat cocok. ketika sore dan malam hari stadion Pangeran Timoer dijadikan tempat nongkrong oleh anak-anak muda. Derdapat juga angkringan atau warung kopi kecil yang berjualan disekitar stadion.

Sumber: madiunpedia.com

NONGKO IJO (Tempat nongkrong yang asri)



Destinasi wisata berkonsep hutan pinus yang dipadu dengan spot kekinian memang benar-benar hits. Hampir setiap daerah di Indonesia menyuguhkan destinasi wisata berkonsep seperti ini, begitu juga di Madiun. Kota yang terdapat di Jawa Timur ini juga menawarkan destinasi wisata berkonsep hutan pinus dipadu dengan spot Instagenic, namanya adalah Hutan Pinus Nongko Ijo.
Wisata alam ini memang tidak terletak di tengah kota. Meskipun begitu, lantaran memiliki lokasi yang sangat apik dan Instagenic, banyak orang berbondong-bondong ke wisata di Madiun satu ini. Jika tertarik untuk berjelajah di Nongko Ijo, yuk ulas lebih dalam mengenai wisata satu ini.

LOKASI

Hutan Pinus Nongko Ijo ini berlokasi di Desa Kare, Kecamatan Kare, Madiun, Jawa Timur. Dari pusat kota, lokasi ini bisa ditempuh sekitar 40 menit. Saat menuju ke lokasi wisata Madiun 2018 ini, kamu tidak akan bosan lantaran banyak sekali pemandangan yang seru. Ada hutan jati, areal persawaan berundak dan lain sebagainya. Jalanan untuk menuju ke tempat ini juga sangat mulus dan lebar.

TIKET MASUK

Buat kamu yang ingin jalan-jalan ke lokasi yang begitu asri ini, tiket yang dibanderol sangatlah murah meriah. Bagaimana tidak, tiket masuknya hanya Rp2,000 saja. Ditambah dengan parkir motor Rp3,000, parkir mobil Rp5,000. Harga tersebut berlaku per Juni 2018 ini. Dengan harga tiket yang begitu murah tersebut, kamu bisa menikmati berbagai panorama dan spot Instagenic yang disuguhkan oleh wisata ini, begitu orang-orang sekitar menyebutnya.

FASILITAS

Sementara itu untuk fasilitasnya sudah sangat memadai. Mulai dari berbagai spot selfie sampai dengan wahana permainan, kamu bisa dapatkan di sini. Spot selfie yang ditawarkan di sini antara lain, rumah pohon, gardu pandang, ayunan, dan lain-lain. Ditambah lagi fasilitas seperti halnya kamar mandi umum, tempat makan, dan juga parkir. Kamu akan dimanjakan saat jalan-jalan ke wisata alam satu ini.

Memang selama ini dalam dunia pariwisata Madiun cukup ketinggalan dengan kota lain di Indonesia. Meskipun begitu, perlahan namun pasti sekarang ini Madiun juga menyusul kota lain dalam hal pariwisata. Yuk datang ke berbagai destinasi wisata di Madiun dan jadilah saksi perkembangan pariwisata di kota yang mendapat julukan sebagai Kota Gadis ini.

source: travelingyuk.com

TAMAN KOTA CARUBAN

CARUBAN ASTI

Caruban adalah kota kecil namun cukup terkenal karena menjadi akses utama untuk menuju kota Surabaya baik menggunakan transportasi umum seperti bus ataupun menggunakan kendaraan pribadi. Begitu juga jika kita ingin ke Jawa tengah.

Ada sebuah taman kecil dipusat kota Caruban. Dahulunya tempat ini adalah pasar tradisional di kota Caruban. Namun, semenjak terjadi kebakaran lahan bekas pasar ini diubah menjadi taman kota.

Ada cukup banyak pedagang yang berjualan di area luar taman, sedangkan yang berada di dalam taman biasanya terdapat area permainan untuk anak-anak. Hal ini cukup bagus untuk menunjang perekonomian yang ada di kota Caruban.

Ada berbagai fasilitas yang di sediakan di sini mulai dari toilet yang bersih, mushola dan juga permainan anak -  anak yang lengkap. Tempat ini bisa menjadi tempat istirahat bagi anda yang melakukan perjalanan mengingat ada toilet dan mushola yang bersih.

LOKASI

Bagi anda yang baru pertama kali ke sini Taman Kota Mejayan berada di Jl. Anggur, Purwosari, Wonoasri, Madiun.

Untuk sampai di sini anda bisa menggunakan bis jurusan Solo - Jogja jika dari Surabaya dan langsung turun ke Taman Kota atau Pasar Lama Caruban. Jika anda dari arah Jogja atau Solo bisa mencari bis jurusan Surabaya dan turun di terminal baru atau terminal lama.

Namun untuk lebih dekatnya anda  bisa turun ke terminal lama dan jalan ke arah selatan tidak sampai 1 km dan anda akan sampai di taman kota tepat di selatan Jalan utama ataau di depan toko Elektronik Sakura dan Tenang.

Eat House (Tempat nongkrong bertema klasik )




 

Culinary Review: Eat House Caruban


Hey, Readers! Beberapa saat yang lalu, setelah lebaran saya dan teman saya sedang mencari tempat nongkrong di daerah Caruban atau yang sekarang disebut Kota Mejayan, nah kebetulan sudah lama saya ingin mencoba rumah makan yang nge-hits di daerah Caruban ini, yaitu Eat House. Ohya, by the way, ini akan jadi honest review, honest opinion, so no offense. Agree?

Interior : 3/5
Sebenarnya, Eat House ini termasuk instagramable, hanya saja kadang saya bingung juga sama tema tempat ini, apakah antik, etnik, modern, atau memang dibuat seperti itu? Saya rasa jika memang mengangkat satu tema, jangan tanggung-tanggung, pasti bakal lebih keren lagi tempatnya.

Makanan : 3/5
Saya memesan nasi goreng dan es teh, tetapi karena nasinya habis, jadinya saya pesan bakmi goreng. Sedangkan teman saya memesan french fries dan teh tarik. Jujur saja saya tidak suka bakminya, tidak ada yang khas, spesial, atau menarik. Hanya bakmi biasa bahkan porsinya juga kurang, menurut saya sih. Untuk french fries dan teh tarik saya nggak akan berkomentar, karena bukan saya yang makan, hehe.

Penampakan Bakmi Eathouse

French Fries

Experience :
Yang saya sesalkan saat makan di sini adalah : ada perokok. Resiko sih memang, banyak juga tempat nongkrong yang membebaskan customer-nya untuk merokok. Tapi yah, karena ini cuma opini jadi saya tetap lebih senang jika rumah makan dibuat bebas dari asap rokok atau paling nggak ya tolong bikin area khusus perokok gitu agar kenyamanan tetap terjaga.

Dengan review ini semoga Eat House senantiasa memperbaiki pelayanannya, cita rasa makanan, dan lain-lainnya.